Top10VPN bersifat independen. Kami dapat memperoleh komisi jika Anda membeli VPN dari situs ini.

Cara Melakukan Torrent dengan Aman dan Anonim

JP Jones adalah CTO kami. Ia memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman di bidang rekayasa perangkat lunak dan jaringan, serta mengawasi semua aspek teknis proses pengujian VPN kami.

Penelitian Tambahan oleh Harry Ferrigno

Aktivitas torrent memiliki risiko, namun Anda dapat menghindarinya dengan mengambil tindakan keamanan yang tepat. Untuk melakukan torrent dengan aman, gunakan VPN untuk menyembunyikan alamat IP Anda, klien torrent tepercaya, dan perangkat lunak antivirus yang efektif. Selain itu, hanya unduh dan buka file torrent yang memang Anda percaya.

How to download torrents safely and anonymously

Torrent adalah cara terbaik untuk berbagi dan mengunduh film, musik, perangkat lunak, dan file besar lainnya. Akan tetapi, mengunduh torrent memiliki sejumlah risiko.

Jika tidak mengambil tindakan keamanan yang tepat, Anda bisa secara tidak sengaja mengunduh file yang berisi virus, serta materi berhak cipta. Selain itu, siapa pun yang berada dalam ‘swarm torrent‘ dapat melihat alamat IP dan identitas Anda.

Dalam panduan ini, kami akan menjelaskan secara mendalam cara melakukan torrent dengan aman dan anonim, yang akan meminimalkan risiko yang terkait dengan berbagi file Peer-to-Peer (P2P).

Cara terbaik untuk torrent dengan aman adalah dengan menggunakan VPN yang aman. VPN yang aman akan menyembunyikan alamat IP dan tidak mencatat log aktivitas berbagi file Anda.

Kami juga akan menyoroti risiko torrent tanpa perlindungan, serta cara menyesuaikan pengaturan VPN dan konfigurasi klien torrent untuk pengunduhan P2P yang aman.

Cara Melakukan Torrent dengan Aman: Lima Tips Penting

1. Gunakan VPN untuk Menyembunyikan Alamat IP Torrent

Cara terbaik untuk melakukan torrent dengan aman dan anonim adalah dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN).

VPN yang bagus menyembunyikan alamat IP Anda yang sebenarnya, jadi troll hak cipta tidak dapat mengidentifikasi Anda.

Perangkat lunak VPN juga menyembunyikan lalu lintas torrent Anda dari penyedia layanan internet (ISP) dan administrator jaringan (di sekolah atau kantor).

Namun, Anda hanya boleh menggunakan VPN yang dioptimalkan untuk pengunduhan yang aman dan privat. Kami merekomendasikan VPN aman untuk torrent di bagian lain artikel ini.

Using ExpressVPN with the qBittorrent torrent client

ExpressVPN sepenuhnya kompatibel dengan klien BitTorrent.

Layanan VPN khusus P2P, seperti ExpressVPN, mencatat kecepatan unduh yang tinggi, tidak menyimpan log internet, dan tidak pernah membocorkan alamat IP Anda.

Dalam uji P2P ExpressVPN kami, server VPN berkecepatan tinggi dan anti-bocor IP selalu menutupi identitas kami.

Alasan lain menggunakan VPN adalah untuk menembus pemblokiran internet yang diberlakukan oleh sekolah, tempat kerja, atau ISP di situs web berbagi file dan pelacak torrent.

VPN menembus filter konten dengan merutekan koneksi melalui server aman, lalu memberi Anda alamat IP baru. Anda harus terhubung ke negara lain untuk menembus pemblokiran geografis.

how a virtual private network (VPN) works

Perangkat lunak VPN membuat perangkat Anda terhubung ke server jarak jauh melalui terowongan terenkripsi.

Selalu Aktifkan VPN Anda

Banyak orang ketahuan saat melakukan torrent karena tidak mebiarkan VPN tetap berjalan saat klien torrent aktif.

Klien torrent dapat mulai langsung melakukan seeding setelah Anda meluncurkannya. Kecuali jika VPN sudah aktif, alamat IP Anda yang sebenarnya akan terekspos saat proses tersebut berlangsung.

Oleh karena itu, Anda harus mengaktifkan VPN sebelum meluncurkan klien torrent dan setelah program ditutup.

Saat Anda keluar dari menu klien, pastikan program sudah tidak berjalan di baki sistem perangkat Anda.

Putuskan koneksi VPN hanya jika Anda benar-benar yakin bahwa klien torrent telah berhenti.

Anda juga harus mengonfigurasi VPN dengan benar. Misalnya, pastikan fungsi Kill Switch VPN Anda diaktifkan untuk mencegah IP terekspos secara tidak terduga.

Bagaimana dengan Menggunakan Layanan Proksi untuk Torrent?

Beberapa pengguna torrent memilih untuk menggunakan layanan proxy saat melakukan torrent, misalnya proksi Shadowsocks SOCKS5.

Proksi mirip dengan VPN karena ia mengubah alamat IP Anda, tetapi tidak mengenkripsi lalu lintas torrent Anda.

Dengan kata lain, ISP masih dapat mengetahui bahwa Anda sedang melakukan torrent dan dapat membatasi koneksi.

Kami sangat menyarankan Anda menggunakan VPN torrent yang aman daripada proksi.

2. Gunakan Klien Torrent yang Aman

Ada banyak klien torrent populer yang tersedia, namun tidak semuanya aman dan privat.

Penting untuk menggunakan klien torrent yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi—yang lebih penting—tidak berisi virus dan melindungi privasi Anda.

Misalnya, salah satu klien populer—uTorrent—penuh dengan iklan invasif. Perangkat lunak ini juga berisi bloatware.

Kami telah menguji qBittorrent, uTorrent, Deluge, BitTorrent, Transmission, dan Vuze. Berdasarkan analisis kami, qBittorent adalah klien torrent paling aman.

uTorrent and qBittorrent side by side

Perbandingan langsung uTorrent dan qBittorrent.

Konfigurasikan Klien Torrent Anda dengan Benar

Klien torrent yang dikonfigurasi dengan benar dapat memaksimalkan keamanan dan privasi Anda saat melakukan leeching dan seeding file.

Di klien torrent Anda, carilah pengaturan ‘IP binding’. Dengan pengaturan ini, Anda bisa memasukkan alamat IP ke daftar putih torrent dan memblokir koneksi lainnya.

Dalam praktiknya, cara kerja daftar putih adalah seperti Kill Switch VPN. Perlu diketahui, pengaturan ini akan memblokir koneksi jika alamat IP VPN Anda berubah.

Lihat petunjuk mendetail untuk mengonfigurasi klien torrent Anda di bagian lain pada artikel ini.

3. Hanya Kunjungi Situs Web Torrent yang Aman

Ada ribuan situs web yang meng-hosting tautan torrent di seluruh dunia. Namun, Anda harus hati-hati dalam menggunakan salah satu di antaranya.

Sayangnya, banyak situs berbagi file yang meng-hosting tautan palsu dan terkadang tautan ke file yang mengandung virus.

Sebaiknya gunakan sumber terpercaya—seperti Internet Archive, untuk menghindari masalah tak terduga. Meski begitu, bacalah komentar untuk memastikan tidak ada orang yang mengalami pengalaman buruk setelah mengunduh sebuah file.

Pastikan antivirus selalu aktif—dengan pemantauan real-time—agar Anda terhindar dari mengunjungi situs web yang berbahaya.

Malwarebytes blocked a malicious website

Perangkat lunak Malwarebytes kami memblokir situs web berbahaya.

4. Hanya Unduh Torrent yang Anda Percaya

Torrent bisa berisi konten berbahaya, seperti malware, spyware, dan ransomware. Sangat penting bagi Anda untuk hanya mengunduh torrent yang benar-benar tepercaya.

Beberapa situs torrent memiliki ikon pengguna tepercaya untuk menandai kontributor reguler yang hanya mem-posting tautan torrent dan magnet yang aman. Dengan begitu, Anda dapat menemukan torrent bebas virus.

Selain itu, cari file dengan jumlah seeder dan leecher yang banyak. Meski begitu, kami secara umum menyarankan agar menghindari torrent yang paling populer karena torrent tersebut dapat menarik perhatian para troll hak cipta.

Selalu periksa kembali konten file yang diunduh. Jika Anda mengunduh file video, tetapi malah mendapatkan program .exe, maka jangan dibuka.

Perlu dicatat, waspadalah terhadap ekstensi file yang tidak Anda kenali. Jika Anda melihat jenis file yang tidak dikenal, cari tahu terlebih dahulu di mesin pencari sebelum membukanya.

4. Instal perangkat lunak antivirus di perangkat Anda

Dengan mengikuti saran di atas, Anda harus memindai setiap file yang diunduh menggunakan perangkat lunak antivirus yang efektif.

Terdapat beberapa aplikasi antivirus gratis yang bagus. Namun, di Top10VPN.com, kami biasanya menggunakan Malwarebytes.

Malwarebytes versi premium memiliki fitur pemantauan dan perlindungan real-time.

malwarebytes-virus-scan

Perangkat lunak antivirus (gratis atau premium) sangat penting bagi pengguna torrent.

Kami menganjurkan agar Anda melakukan tiga hal dengan perangkat lunak antivirus:

  • Pindai setiap file torrent yang Anda unduh
  • Siapkan pemindaian perangkat rutin (harian)
  • Aktifkan pemantauan situs web real-time untuk memblokir akses ke situs torrent berbahaya

VPN Terbaik untuk Torrent secara Aman

Torrent dengan VPN sangat penting untuk aktivitas torrent yang aman. Akan tetapi, tidak semua VPN cocok untuk berbagi file secara anonim.

VPN torrent yang aman harus memiliki fitur berikut:

  • Server VPN ramah P2P berkecepatan tinggi
  • Kebijakan privasi tanpa log privat
  • Kill Switch yang berfungsi penuh

Fitur-fitur ini adalah fitur minimum yang harus dimiliki oleh VPN torrent yang aman. Jika tidak memenuhi ketiga persyaratan tersebut, jangan gunakan VPN tersebut.

Misalnya, kami tidak menyarankan Hotspot Shield untuk torrent meskipun VPN ini bagus untuk tujuan lain.

Beberapa VPN dilengkapi penerusan porta, yang mempercepat koneksi P2P. Pengaturan ini terkadang diperlukan untuk melakukan seeding torrent secara efektif. Kami menguji Windscribe untuk torrent dan menemukan bahwa bitrate unduhannya masih rata-rata.

Sedangkan untuk VPN torrent gratis, diperlukan kuota data bulanan yang banyak atau—lebih baik lagi—bandwidth tidak terbatas untuk mengunduh file yang lebih besar.

Perbandingan VPN Torrent Terbaik

Tabel di bawah ini menunjukkan perbandingan tiga VPN terbaik untuk torrent yang kami pilih dari ribuan uji khusus P2P.

Berdasarkan pengujian ini, VPN P2P teratas saat ini adalah Private Internet Access (PIA) VPN.

Kategori PIA VPN Astrill ExpressVPN
Kecepatan Torrent* 9,6 MiB/dtk 10,0 MiB/dtk 9.4 MiB/dtk
Kill Switch Ya Ya Ya
Kebijakan Pencatatan Log Tanpa Log Beberapa Log Pengguna Tidak Ada Data Pengenal
Yurisdiksi AS (Anggota Five Eyes) Seychelles (Surga Privasi) Kepulauan Virgin Britania Raya (Surga Privasi)
Penerusan Porta Ya Ya Ya
Situs Web Resmi piavpn.com astrill.com expressvpn.com

Cara Mengonfigurasi VPN untuk Torrent secara Aman

Menginstal VPN torrent yang aman tidak cukup untuk memaksimalkan perlindungan yang ditawarkannya. Anda juga harus menyesuaikan pengaturannya.

Berikut cara mengonfigurasi VPN Anda untuk torrent yang aman:

  1. Terhubung ke server P2P. Beberapa VPN mengoptimalkan semua servernya untuk lalu lintas P2P. Dalam hal ini, Anda dapat terhubung ke server terdekat mana pun.
  2. Aktifkan Kill Switch dan perlindungan kebocoran. Periksa kembali pengaturan VPN Anda apakah pengaturan khusus untuk mencegah kebocoran IP aktif, terutama Kill Switch VPN.
  3. Pastikan Anda menggunakan protokol aman, misalnya Wireguard, OpenVPN, atau IKEv2. Protokol yang lemah seperti PPTP tidak aman dan membuat Anda rentan.
  4. Periksa kebocoran. Saat VPN sudah aktif, pastikan alamat IP Anda yang sebenarnya tidak dapat dilihat oleh publik. Anda bisa menggunakan alat kebocoran VPN untuk mengetahuinya.
  5. Pilih server terdekat di yurisdiksi yang aman untuk torrent. Hindari terhubung ke AS, Inggris Raya, Jerman, atau Australia untuk torrent, terutama jika Anda tinggal di salah satu yurisdiksi tersebut.

Cara Mengonfigurasi Klien Torrent

Selain VPN, Anda perlu mengonfigurasi klien torrent untuk lebih melindungi keamanan dan anonimitas.

Berikut cara mengonfigurasi klien torrent Anda untuk pengunduhan yang aman:

  1. Instal klien torrent yang dapat dipercaya. Ada beberapa opsi bagus yang bisa dipilih: kami merekomendasikan qBittorrent.
  2. Pastikan “Check for program updates” (Periksa pembaruan program) diaktifkan. Umumnya, praktik terbaik adalah dengan memastikan klien Anda selalu mendapatkan pembaruan untuk menghindari bug atau kebocoran.
  3. Pastikan “Start qBittorent on Windows start up” (Mulai qBittorent pada start-up Windows) tidak diaktifkan. Anda dapat menemukan opsi ini di Tools (Alat) > Options (Opsi) > Behavior (Perilaku). Dengan begitu, klien torrent tidak akan mulai secara otomatis dan melakukan seeding torrent saat VPN Anda tidak aktif.
  4. Jika klien Anda menyertakan IP Binding, aktifkan. Terutama, jika Anda hanya menjalankan proksi, VPN tanpa Kill Switch, atau VPN yang tidak bisa diandalkan dan bocor. Fitur ini akan menghentikan sementara unduhan Anda jika koneksi VPN/proksi terputus.

Petunjuk di atas ditulis untuk qBittorent, tetapi Anda juga bisa menerapkannya pada klien torrent lainnya.

Cara Aman Membuka File .torrent

File .torrent sebenarnya tidak berisi file yang ingin Anda unduh. File ini digunakan sebagai panduan oleh klien torrent untuk terhubung dengan pengguna lain yang mengunggah (atau ‘seeding‘) file apa pun yang ingin Anda unduh.

downloading a torrent file

File .torrent akan terbuka di klien torrent default Anda.

Untuk membuka file .torrent, Anda perlu mengunduh klien torrent, seperti qBittorrent atau uTorrent. Apabila klien torrent sudah terinstal, Anda hanya perlu mengeklik dua kali atau membuka berkas .torrent agar klien Anda dapat mulai melakukan torrent.

Namun, ada dua risiko apabila Anda melakukannya:

  1. Alamat IP Anda akan dapat dilihat oleh orang lain yang memiliki file .torrent
  2. Konten torrent bisa saja berbahaya

Agar selalu aman, sebaiknya gunakan VPN saat Anda melakukan torrent dan mengikuti saran selanjutnya di artikel ini.

Bahaya Torrent

Aktivitas torrent tidak selalu aman. Kami telah mencantumkan risiko utama torrent di bawah ini, yang sebagian besar dapat dicegah dengan mengikuti saran torrent secara aman dari kami.

1. Malware dan Virus

File torrent dan tautan magnetnya sendiri tidaklah berbahaya. File dan tautannya memang tidak berisi virus karena hanya mengonfigurasi klien torrent Anda agar mengunggah dan mengunduh apa pun yang Anda torrent.

Risikonya adalah file sebenarnya yang Anda unduh mungkin berisi malware. Malware ini bisa berupa spyware, ransomware, atau jenis virus lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi agar sumber file yang akan Anda torrent dapat dipercaya. Selain itu, Anda juga harus menggunakan program antivirus yang bagus.

Risiko mengunduh file berbahaya selalu ada saat melakukan torrent, tetapi berhati-hati dan menjalankan pemindaian virus dapat mengurangi risiko tersebut.

2. Risiko Hukum dan Troll Hak Cipta

Melakukan torrent terhadap konten yang dilindungi hak cipta adalah tindakan ilegal. Risiko terbesar yang terkait dengan torrent adalah konsekuensi hukum yang bisa saja Anda hadapi jika melakukannya.

Karena torrent bersifat peer-to-peer, maka torrent melibatkan pengunduhan dan pengunggahan file, yang merupakan pelanggaran yang lebih serius dibandingkan hanya mengunduh file saja.

Di AS, hukuman bagi yang melanggar undang-undang hak cipta bisa berupa hukuman hingga lima tahun penjara dan denda sebesar $250,000. Di Inggris Raya, ISP dapat membatasi dan bahkan memutus koneksi internet.

Beberapa perusahaan (troll hak cipta) mengetahui tentang hukuman ini, dan menggunakan ancaman tindakan hukum untuk mendapatkan bayaran—bahkan terhadap pengguna yang belum membagikan materi berhak cipta.

Troll hak cipta mengawasi torrent publik dan mengumpulkan daftar alamat IP. Kemudian, troll hak cipta mengirimkan surat resmi kepada ISP yang memiliki alamat IP tersebut. ISP kemudian dapat meneruskan ancaman hukum tersebut kepada pelanggannya. Anda dapat mengetahui siapa ISP Anda menggunakan alat pemeriksa ISP.

sky-dmca

Pemberitahuan DMCA biasanya dikirim langsung dari ISP Anda.

Praktik ini cenderung menyasar kelompok masyarakat rentan atau kurang melek teknologi. Troll hak cipta hanya mencari uang gampang, bukan untuk melindungi kekayaan intelektualnya sehingga hanya menyasar orang-orang yang tidak paham.

Penggunaan VPN tanpa log yang tidak membocorkan alamat IP Anda yang sebenarnya bisa menanggulangi risiko hukum dari torrent.

SARAN PAKAR: Cara terbaik untuk menghindari masalah hukum saat melakukan torrent adalah dengan tidak pernah mengunduh torrent ilegal atau mengunjungi situs torrent ilegal.

3. Hacker (Peretas)

Menjadi sasaran peretas saat melakukan torrent memang sangat kecil kemungkinannya, tetapi tetap saja ada kemungkinan.

Peretas dapat menggunakan informasi Anda yang bisa dilihat secara publik (misalnya, alamat IP Anda) untuk menyamar sebagai Anda—menargetkan Anda dalam penipuan atau serangan DDoS.

Sekali lagi, penggunaan VPN sebenarnya bisa menanggulangi risiko ini karena VPN menyembunyikan alamat IP Anda yang sebenarnya di swarm torrent.

Peretas juga dapat menggunakan malware dan ransomware untuk menargetkan Anda. Oleh karena itu, Anda juga harus menjalankan perlindungan malware (antivirus) di perangkat Anda.

4. Pelambatan ISP

Pelambatan ISP tidaklah seserius risiko-risiko di atas, tetapi bisa sangat menggangu jika terjadi.

Jika Anda terlihat sering melakukan torrent, ISP bisa saja membatasi seluruh koneksi internet Anda.

Pelambatan ISP lebih umum terjadi di beberapa negara dibandingkan di negara lain. Risiko ini umumnya terjadi di negara-negara Asia Tenggara, seperti Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

VPN mencegah ISP dari memantau aktivitas internet Anda dan mengurangi risiko koneksi Anda mengalami pelambatan.

Pertanyaan Umum terkait Torrent Aman

Apakah Aktivitas Torrent Legal?

Ya, aktivitas torrent sendiri legal. Namun, torrent adalah cara untuk berbagi file, serta undang-undang apa pun yang berlaku untuk berbagi materi secara umum juga berlaku untuk torrent. Misalnya, berbagi materi yang dilindungi hak cipta tanpa izin adalah tindakan ilegal di banyak negara dan undang-undang ini tetap berlaku apabila Anda melakukan torrent.

Karena torrent bersifat peer-to-peer (P2P), ketika mengunduh torrent, Anda juga berbagi torrent tersebut dengan pengguna (peer) lain di swarm torrent. Dari sudut pandang hukum, aktivitas torrent berarti tidak hanya sekedar mengunduh, tetapi juga mendistribusikan.

Apa yang Dimaksud dengan Pengikatan IP?

IP Binding adalah fitur dari beberapa klien torrent yang memungkinkan Anda menentukan satu alamat IP yang akan digunakan untuk torrent. Jika Anda mencoba melakukan torrent dari alamat IP lain, koneksi Anda akan diblokir.

Cara kerjanya mirip dengan Kill Switch VPN meskipun memerlukan lebih banyak pengaturan.

Jika Anda mengaktifkan IP Binding dan VPN atau proksi terputus, klien torrent akan memblokir koneksi dari alamat IP Anda yang sebenarnya. Dengan begitu, aktivitas torrent akan terhenti sehingga alamat IP Anda tidak terekspos ke swarm.

Di qBittorrent, fitur ini disebut Pemfilteran IP dan bisa ditemukan di menu Options (Opsi) > Connection (Koneksi).