Top10VPN bersifat independen. Kami dapat memperoleh komisi jika Anda membeli VPN dari situs ini.

Sepuluh Kerugian Menggunakan VPN

Simon Migliano

Simon Migliano adalah seorang pakar VPN yang diakui dunia. Ia telah menguji ratusan layanan VPN dan hasil penelitiannya telah dimuat di BBC, The New York Times, Republika dan media publikasi lainnya.

Pengecekan Fakta oleh Callum Tennent

Memahami kerugian penggunaan VPN dan mengerti apa saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh VPN adalah aspek krusial agar tetap aman saat online. Panduan ini menyajikan sepuluh kerugian paling signifikan terkait penggunaan VPN.

skala yang menunjukkan kerugian menggunakan VPN

Cara yang bisa diandalkan untuk mengamankan privasi dan memaksimalkan kebebasan Anda saat online adalah dengan menggunakan layanan VPN yang berkualitas.

VPN yang bagus akan menyembunyikan alamat IP, mengenkripsi aktivitas penelusuran web, dan memberikan Anda kemampuan untuk membuka pemblokiran situs web yang disensor di lokasi Anda.

Namun, VPN tidak akan mengatasi semua masalah. Keterbatasan dan kerugian penggunaan VPN penting untuk dipahami agar Anda tetap aman saat online dan untuk membantu Anda dalam memastikan apakah VPN cocok untuk Anda.

Meskipun manfaatnya jelas, VPN bukanlah solusi universal untuk semua masalah privasi internet. Ingat, VPN juga bisa jadi berbahaya.

Dalam panduan ini, kami mengkaji sepuluh kerugian utama penggunaan VPN.

1. VPN Tidak Akan Membuat Anda Anonim Sepenuhnya

Bahkan VPN terbaik pun tidak dapat menjamin anonimitas Anda saat online. Perilaku penelusuran masih bisa mengungkapkan identitas Anda yang sebenarnya melalui cara-cara yang di luar kontrol layanan VPN.

Jika Anda masuk ke akun Google atau Facebook, VPN tidak akan dapat mencegah kedua perusahaan tersebut memantau aktivitas Anda.

Selain itu, ada sejumlah teknik yang digunakan pengiklan untuk melacak Anda di internet. Beberapa teknik tersebut antara lain:

  • Pelacak dan kuki web: Situs web menggunakan pelacak dan kuki untuk menyesuaikan layanannya dengan kebutuhan spesifik Anda. Pelacak web dan kuki menyimpan detail Anda, seperti nama dan lokasi geografis, serta dapat digunakan untuk mengidentifikasi Anda meskipun terhubung melalui VPN.
  • Browser fingerprinting (Sidik jari peramban): Sebagian besar browser (peramban) mengungkapkan sedikit informasi dan sesi Anda. Kemudian, pihak berwenang dan pengiklan dapat menyusun informasi ini hingga membentuk ‘sidik jari’ yang akan mengidentifikasi aktivitas Anda saat online, bahkan saat menggunakan VPN. Pelajari selengkapnya tentang sidik jari browser di panduan browser privat terbaik dari kami.
Thumbprint, yang menunjukkan sidik jari browser.

Situs web dapat melacak Anda melalui sidik jari browser.

Untuk memaksimalkan anonimitas Anda, VPN sebaiknya digunakan bersama browser yang benar-benar privat seperti Mozilla Firefox.

Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan mesin pencari anonim seperti DuckDuckGo dan pikirkan baik-baik pola perilaku Anda saat online.

2. Privasi Anda Bergantung Pada Layanan VPN

Salah satu alasan utama menggunakan VPN adalah untuk mencegah orang yang tidak diinginkan mengawasi aktivitas Anda saat online.

Sama halnya Anda tidak akan membiarkan orang asing mengawasi Anda dari luar jendela rumah, Anda juga tidak ingin orang asing memata-matai Anda saat online.

Namun, dengan melindungi diri menggunakan VPN, Anda tetap saja menyerahkan aktivitas penelusuran kepada pihak lain, yaitu layanan VPN itu sendiri.

Ingat bahwa semua lalu lintas Anda dirutekan melalui server penyedia VPN. Jika mau, penyedia VPN bisa mengetahui identitas Anda dan aktivitas yang sedang Anda lakukan saat online. Itulah sebabnya memeriksa kebijakan pencatatan log VPN sebelum mulai menggunakannya adalah hal yang krusial.

Privasi Anda sepenuhnya tergantung seberapa tepercaya layanan VPN tersebut. Jika Anda memilih VPN invasif, seperti SkyVPN, privasi Anda tidak akan terlindungi sama sekali.

Anda memerlukan VPN yang tidak akan mencatat log informasi identitas pribadi ataupun aktivitas Anda. Idealnya, kebijakan pencatatan lognya diverifikasi secara independen oleh audit pihak ketiga.

Jika tidak memiliki kebijakan tanpa log, VPN akan menjadi ancaman bagi privasi Anda sehingga tidak aman untuk digunakan. Pelajari selengkapnya tentang kebijakan pencatatan log dan ketahui daftar VPN yang benar-benar tanpa log di panduan kami terkait log VPN.

3. Penggunaan VPN Termasuk Perbuatan Ilegal di Beberapa Negara

Peta yang menunjukkan negara yang menetapkan penggunaan VPN sebagai perbuatan ilegal atau dibatasi

Peta yang menunjukkan negara yang menetapkan penggunaan VPN sebagai perbuatan ilegal atau dibatasi.

Aplikasi VPN umumnya dilegalkan di sebagian besar negara di seluruh dunia. Namun, masih ada sejumlah kecil negara yang membatasi penggunaannya atau menetapkannya sebagai aplikasi ilegal.

Negara yang melarang atau mengatur penggunaan VPN adalah:

  • Belarusia
  • Tiongkok
  • Iran
  • Irak
  • Korea Utara
  • Oman
  • Rusia
  • Turki
  • Turkmenistan
  • Uni Emirat Arab

Oleh karena itu, Anda dapat dianggap melanggar hukum hanya karena menggunakan VPN dan bisa dituntut jika ketahuan.

Di Tiongkok, misalnya, siapa pun yang kedapatan menggunakan layanan VPN, yang penggunaannya belum disetujui secara eksplisit oleh pemerintah, dapat didenda hingga 15.000 yuan (setara dengan $2,300,00).

Untuk mempelajari selengkapnya tentang penyensoran di seluruh dunia, ketahui negara yang menganggap VPN legal atau ilegal.

CATATAN: Jika digunakan untuk aktivitas ilegal, penggunaan VPN tetap ilegal di mana pun Anda berada.

4. Layanan VPN yang Bagus Membutuhkan Biaya

Cukup disayangkan, faktanya memang VPN yang aman dan performa tinggi tentu membutuhkan biaya.

Namun, biayanya tidaklah terlalu mahal. Harga rata-rata VPN yang paling kami rekomendasikan hanya di bawah Rp 62.675,19 per bulan, dengan opsi termurah seharga Rp 17.392,37/bulan.

Sebagai perbandingan harga lengkapnya, lihat analisis kami tentang biaya VPN.

Meskipun VPN terbaik tidak selalu mahal, mustahil ada layanan gratis yang bisa melakukan semua hal yang Anda inginkan.

Mayoritas VPN gratis memiliki kualitas yang buruk atau benar-benar berbahaya untuk digunakan. Jadi, jika menyangkut privasi dan keamanan Anda, jangan sekali-kali mengambil risiko.

Meskipun begitu, kami menemukan beberapa aplikasi VPN gratis yang tepercaya. Layanannya sangat bagus, mengingat Anda tidak perlu membayar sepeser pun. Namun, kinerjanya terbatas. Misalnya, sebagian besar aplikasi VPN gratis tersebut membatasi jumlah data yang dapat Anda gunakan setiap bulan.

5. Penggunaan VPN Memperlambat Kecepatan Koneksi Anda

Penggunaan layanan VPN hampir selalu memperlambat kecepatan koneksi Anda. Penyebabnya karena begitu VPN diaktifkan, koneksi Anda ke internet akan menempuh rute yang lebih panjang melalui server VPN yang dipilih.

Dengan VPN yang berkualitas, penurunan kecepatannya minim, bahkan Anda tidak menyadarinya. Misalnya, Hotspot Shield mengalami penurunan kecepatan 0,41% saja.

Sebaliknya, VPN dengan kualitas buruk dapat memperlambat kecepatan pengunduhan dan meningkatkan latensi hingga pada taraf yang tidak bisa digunakan. Hal ini bisa menjadi masalah besar jika koneksi internet Anda memang lambat atau jika Anda melakukan aktivitas yang mensyaratkan kecepatan, seperti streaming, torrent, atau bermain game.

SARAN AHLI: Meskipun sangat jarang, VPN sebenarnya akan meningkatkan kecepatan aktivitas online tertentu dengan membantu Anda mengatasi pembatasan bandwidth oleh ISP.

6. VPN Meningkatkan Konsumsi Data

Dengan mengenkripsi data dan menyembunyikan lalu lintas Anda dari pengawasan yang tidak diinginkan, VPN juga meningkatkan jumlah bandwidth yang digunakan.

Jadi, bagi pengguna VPN seluler, setiap kali menggunakan VPN saat terhubung ke data seluler (bukan Wi-Fi), data Anda akan lebih cepat habis jika dibandingkan tanpa mengaktifkan VPN.

Penelitian kami menunjukkan bahwa VPN meningkatkan penggunaan data antara 4% dan 20%, tergantung protokol VPN yang Anda gunakan.

Akibatnya, Anda mungkin akan mencapai batas kuota data bulanan jauh lebih cepat. Jika berada di luar negeri, Anda mungkin akan dikenakan biaya roaming data yang lebih besar daripada seharusnya.

Untuk informasi selengkapnya, baca panduan lengkap kami terkait penggunaan data VPN.

7. Beberapa Layanan Online Melarang Pengguna VPN

Banyak layanan online yang tidak menganjurkan penggunaan VPN, bahkan melarangnya sama sekali.

Tindakan ini sering dilakukan oleh layanan streaming seperti Netflix dan BBC iPlayer yang berusaha memblokir VPN agar Anda tidak bisa mengakses video dan film yang tidak berlisensi di wilayah geografis Anda.

Beberapa toko online, seperti Steam, juga berusaha mencegah pengguna mengakses layanannya dengan VPN. Penyebabnya adalah karena Steam memiliki toko online versi lokal dengan harga dan tanggal rilis khusus wilayah tertentu.

Meskipun penggunaan VPN untuk membuka pemblokiran konten ‘tersembunyi’ di situs-situs tersebut (di sebagian besar negara) bukanlah perbuatan ilegal, penggunaannya mungkin melanggar ketentuan penggunaan perusahaan. Jadi, mereka berhak menangguhkan atau menghapus akun Anda jika ketahuan menggunakan VPN.

CATATAN: Kami telah mengulas 65 layanan VPN dan menguji semuanya dengan Netflix. Termasuk layanan VPN dengan kualitas buruk yang mudah teridentifikasi oleh penyensoran Netflix. Meski begitu, kami tidak pernah mengalami penangguhan akun.

8. VPN Tidak Melindungi Anda dari Serangan Malware atau Phishing

Kesalahpahaman mengenai keterbatasan VPN dapat menimbulkan anggapan yang keliru bahwa Anda aman-aman saja saat online.

Meskipun VPN yang bagus memberikan perlindungan esensial terhadap serangan MITM (Man in the Middle) dan penyadapan, VPN tidak melindungi Anda dari setiap serangan siber. Artinya, VPN bukanlah solusi yang komprehensif.

Penggunaan VPN tidak akan melindungi Anda dari:

  1. Malware: VPN tidak akan mengamankan perangkat Anda dari sebagian besar jenis malware (seperti virus, spyware, dan ransomware). Namun, VPN akan mencegah injeksi kode berbahaya saat terjadi serangan MITM.
  2. Serangan Phishing: Meskipun sudah mengaktifkan VPN, Anda tetap rentan terhadap serangan rekayasa sosial, seperti penipuan phishing. Jadi, waspadailah tautan yang ingin Anda klik dan file yang ingin diunduh ke perangkat.

CATATAN: Sejumlah layanan VPN memang menawarkan fitur keamanan tambahan. Misalnya, fitur Threat Protection dari NordVPN yang dilengkapi pemblokir iklan, perangkat lunak anti-malware, dan alat untuk mencegah serangan DDoS. Umumnya, Anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan fitur tersebut meskipun kinerjanya belum tentu sebagus produk mandiri sejenis.

9. VPN Tidak Selalu Mampu Menembus Pembatasan

Pesan kesalahan yang ditampilkan ketika DAZN mendeteksi VPN saat pendaftaran

DAZN menampilkan pesan kesalahan ketika mendeteksi VPN saat pendaftaran.

Berdasarkan survei statistik global kami, lebih dari seperlima pengguna VPN di AS dan Inggris Raya menggunakan VPN untuk “mengakses konten hiburan yang dibatasi secara geografis”. Penggunaan VPN tersebut antara lain untuk membuka blokir pustaka streaming luar negeri dan menonton konten yang biasanya tidak tersedia di lokasi Anda.

Sebagian orang lainnya menggunakan VPN untuk mengakses internet global secara gratis di negara yang menerapkan penyensoran ketat, seperti Tiongkok, Turki, dan Iran.

Sayangnya, tidak ada penyedia VPN yang dapat menjamin bahwa Anda selalu mampu menembus pembatasan tersebut.

Beberapa VPN memang lebih bagus dibandingkan yang lainnya. Namun, layanan terbaik pun kadang masih diblokir. Sebenarnya, ini semacam permainan kucing-kucingan antara layanan streaming (misalnya Netflix) atau sistem penyensoran (misalnya Tembok Api Besar Tiongkok) dan layanan VPN Anda.

Lihat daftar VPN streaming terbaik dan VPN antipenyensoran terbaik dari kami untuk mendapatkan gambaran umum tentang daftar VPN yang saat ini mampu menembus pembatasan web yang agresif.

Anda juga dapat menggunakan pengujian Tembok Api Besar Tiongkok yang kami lakukan untuk mengetahui secara pasti situs web apa saja yang diblokir di Tiongkok.

10. Sebagian Besar VPN Berbahaya untuk Digunakan

Layanan VPN Anda memiliki akses ke banyak informasi pribadi. Jadi, VPN bisa melihat alamat IP, situs web yang dikunjungi, dan aktivitas Anda di situs web tersebut.

Perusahaan VPN yang tepercaya akan mengabaikan informasi ini, bahkan sebagian besar dari mereka akan memastikan bahwa informasi tersebut mulanya tidak pernah dicatat.

Namun, meski perusahaan VPN yang aman memang menghasilkan uang dari pembayaran pengguna yang berlangganan, banyak VPN gratis tidak aman. Akhirnya, mereka menghasilkan uang dengan mengumpulkan informasi pribadi Anda, lalu menjualnya kepada penawar tertinggi.

Singkatnya, Anda adalah produknya, bukan VPN-nya. Bagi banyak perusahaan tersebut, tujuan utama mengoperasikan layanan VPN adalah mengumpulkan data untuk dijual demi memperoleh keuntungan. Itulah mengapa perusahaan VPN tersebut sering kali bisa menawarkan VPN-nya secara ‘gratis’.

Jadi, menggunakan VPN sering kali bisa lebih berbahaya daripada tidak menggunakannya. Karena itulah, lakukan riset sebelum mengunduh VPN. Gunakan VPN aman yang tepercaya atau jangan gunakan sama sekali.

Kesimpulan

Tidak diragukan lagi, penggunaan VPN memang sangat penting jika Anda peduli akan privasi, keamanan, dan kebebasan saat online.

VPN yang bagus akan menyembunyikan identitas dan aktivitas Anda saat online dari pengintaian pemerintah, ISP, perusahaan besar, administrator jaringan, dan peretas.

Dengan VPN yang bagus, Anda juga bisa menembus pembatasan geografis dan mengakses konten yang diblokir atau disensor di lokasi Anda.

Akan tetapi, VPN tidak akan mampu memenuhi semua kebutuhan privasi dan keamanan Anda. Selain itu, VPN akan mengakibatkan kecepatan internet Anda turun dan meningkatkan penggunaan data.

Lebih buruknya lagi, VPN dengan kualitas buruk dapat menimbulkan risiko keamanan dan privasi yang serius, bahkan dampaknya lebih buruk bagi Anda jika dibandingkan tanpa menggunakan VPN sama sekali.